Tampilkan postingan dengan label GGD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GGD. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2016

Kemdikbud Cari 7.000 CPNS Guru

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) akan menetapkan kuota CPNS 2016, Mei mendatang. Penetapan kuota ini sebagai pintu masuk pelaksanaan rekrutmen CPNS.

Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmadja mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah melakukan kajian jumlah kebutuhan pegawai masing-masing instansi pusat maupun daerah. Kajiannya berdasarkan e-formasi yang sudah diajukan instansi pusat dan daerah.

"Ini masih sekitar 57 instansi belum mengisi e-formasi. Kami tunggu sampai akhir April, kalau belum masuk juga, mohon maaf kami tidak memberikan formasi CPNS," tegas Iwan, sapaan akrab Setiawan, di Kantor KemenPAN-RB, Rabu (20/4).

Dia menyebutkan, kuota CPNS yang ditetapkan terutama untuk tenaga pendidikan, kesehatan, lulusan sekolah ikatan dinas, serta jabatan yang mendukung program nawacita Presiden Jokowi. Hanya saja, instansi yang diberikan kuota khusus belanja pegawainya di bawah 50 persen. 

Sedangkan yang di atas 50 persen tidak diberi formasi CPNS. "Dengan penetapan kuota PNS, langkah selanjutnya adalah penetapan formasi berdasarkan kebutuhan instansi. Kemudian dilakukan rekrutmen. Sementara ini baru sebatas rekrutmen jabatan tertentu saja karena masih dalam kerangka moratorium terbatas," tandasnya.

Sementara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membutuhkan tenaga guru dalam jumlah besar. Pada rekrutmen CPNS tahun ini, kuota yang dibutuhan sebanyak 7.000 orang. "Tahun 2016, kami butuh 7.000 guru yang ditempatkan di garis depan. 

Guru garis depan (GGD) ini menjadi prioritas karena Presiden Jokowi menekankan pendidikan di daerah-daerah pinggiran yang sulit dijangkau dengan fasilitas pendidikan," terang Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud Sumarna Surapranata.

Karena ditempatkan di wilayah terpencil, GGD akan mendapatkan fasilitas berupa gaji serta tunjangan yang lebih besar dibanding guru pada umumnya. Pasalnya, wilayah penempatannya jauh dari keramaian. "Yang akan jadi GGD harus siap lahir batin. 

Karena medan tugasnya lebih berat," ucapnya. Itu sebabnya Pranata mengimbau kepada seluruh daerah untuk segera mengirimkan kebutuhan GGD-nya melalui e-formasi KemenPAN-RB.(esy/jpnn)

Sumber : http://www.radarbangka.co.id/berita/detail//39023/kemdikbud-cari-7000-cpns-guru

Minggu, 10 April 2016

Update (Guru Garis Depan) GGD Tahap II

8 April 2016. Update GGD II

Sambil menunggu formasi resmi dari KemenPan-RB, dari Rancangan Road Map yang baru saja telah disusun, Direncanakan pelaksanaan Tes GGD II dalam waktu yang tak terlalu lama lagi; dengan beberapa tahapan simultan dan penting sebelumnya, semisal validasi dan Integrasi Data Potensi, MoU dengan Pemda, Pendaftaran peserta, Penyiapan Tes, dll

Minggu depan, Kemdikbud akan mengundang beberapa pihak untuk menyiapkan pilihan lokasi tes. Minggu depan pun database potensi GGD II akan mulai menjalani sinkronisasi terhadap bangunan sistem seleksi penerimaan CPNS Kemdikbud 2016. Integrasi Data Potensi GGD II dalam sistem ini dilaksanakan, agar tak boleh ada yang mengakses formasi khusus ini, selain dari kalangan potensi GGD II dan bergantung pula pada formasi prodi yang disetujui KemenPan-Rb nantinya.


Syukur kita masih diberikan kesempatan untuk melengkapi kekurangan data potensi GGD II kita. Karena ditemukan sejumlah 4216 NIK dan KK yang kosong dan atau Belum Lengkap.

Lampiran nama-nama dari 4216 yang dimaksud beserta Link instrumen penjaringan pelengkapan kembali data yang bersangkutan akan kami munculkan besok pagi (9 April 2016), pukul 09.00 Wib. Dengan kesempatan waktu terakhir selama 5 hari ke depan.

Agar info ini disebar. Pergunakan berbagai macam variabel dan akses koordinasi pendukung agar tak ada lagi yang tak lengkap.

Sambil kita mendoakan agar formasi prodi yang turun nantinya sesuai harapan kita bersama. Amiin.

‪#‎msi‬
‪#‎basecare‬