Sunguh mengherankan memang, disaat guru-guru di seluruh indonesia berjibaku dalam Ujian Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015, mayoris Guru Garis Depan (GGD) yang baru saja disebar diseluruh daerah pelosok indonesia atau 3T hanya bisa terdiam dan menjadi penonton pertunjukan ujian kompetensi oleh Guru-Guru dilingkungan mereka.
Pertanyaan-pertanyaan pun muncul, kenapa mereka tidak diikut sertakan? Apakah sudah tak perlu ikut lagi karena sudah dianggap sudah sangat berkompeten? Dan pertanyaannya lagi, kenapa sebahagian kecil dari mereka ada yang diikut sertakan? Why?
Jika jawabanya karena telat didaftarkan, lalu itu salah siapa? Mereka kah?
Wah, fakta dilapangan berbicara, bahwa data yang diambil untuk ikut serta dalam UKG 2015 ini sangat tidak jelas. Boleh dibilang aneh? Guru yang tidak mengajar lagi ada di daftar nama peserta, guru yang pensiun ada juga yang jadi peserta, dan ini yang lebih anehnya lagi, pegawai tata usaha yang buka Guru Bidang studipun ada di daftar peserta!
mmm,..., Tata Usaha itu masuk bisang studi apa?
Dalam proses seleksinya, GGD hanya pernah merasakan ujian kompetensi awal atau disingkat dengan UKA, itupun dilakukan dalam proses pendidikan profesi guru.
UKA berbeda halnya dengan UKG, dalam ujian tersebut hanya di ujikan bidang kompetensi profesionalnya saja. Sedangkan dalam ujian kompetensi guru ada 4 bidang yang diujikan, yaitu pedagogik, profesioanal, Sosial, dan kepribadian.
Semoga mereka tak selamanya menjadi penonton, dan cuma sekedar menonton potret pendidikan di negeri ini.
Salam Buat Kemajuan Negeri!
Salam GGD







Salam Kenal
BalasHapuspak-pandani.blogspot.co.id